• Latest
  • Trending
Rocky Gerung dan Kedunguannya Membahas Islamophobia di Indonesia

Rocky Gerung dan Kedunguannya Membahas Islamophobia di Indonesia

June 5, 2024
Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

October 10, 2026
Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

September 29, 2026
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

September 20, 2026
Tuhan dalam genggaman

Tuhan dalam Genggaman Modernitas Digital

September 8, 2026
kebhinekaan

Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

August 18, 2026
Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

August 12, 2026
Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

July 24, 2026
eco-masjid

Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah

August 13, 2026
Menggugat Mitos Superioritas Genealogis

Menggugat Mitos Superioritas Genealogis

July 10, 2026
🎵 BUKAN KARENA NAMA 🎵
RAHMATAN NUSANTARA PRODUCTION
Browser Anda tidak mendukung audio player.
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi
Sunday, October 11, 2026
Rahmatan.Com
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
Rahmatan.Com
No Result
View All Result
Cooming Soon!!

Rocky Gerung dan Kedunguannya Membahas Islamophobia di Indonesia

Ahmad Khotim Muzakka by Ahmad Khotim Muzakka
June 5, 2024
in Uncategorized
Rocky Gerung dan Kedunguannya Membahas Islamophobia di Indonesia
137
SHARES
416
VIEWS
Share on WhatsAppShare on FacebookShare on Twitter
Klik Di Sini

Entah kesambet apa, Rocky Gerung, seperti biasa, melambungkan wacana sesuai kadar pikirannya sendiri. Bersama Hersubeno, Rocky Gerung mengulik kekhawatirannya yang salah alamat ketika menghubungkan tragedi “islamophobia” yang melanda muslim di India dalam sebuah obrolan ngalor ngidul bertajuk India adalah Contoh Mengerikan Bahayanya Islamophobia, Pemerintah Kok Gak Sadar Juga dengan kondisi keberagamaan di Indonesia, khususnya bagaimana pemerintah memperlakukan Islam.

Kenapa disebut obrolan ngalor ngidul? Ya karena memang topik yang diajukan seenaknya sendiri, alias tak bertema sebagaimana biasanya seminar-seminar kampus yang fokus memecahkan persoalan itu. Disebut ngalor ngidul karena mereka berdua tidak fokus membahas persoalan secara mendalam, mereka hanya menyentil persoalan di permukaan alias kasak-kusuk, khas metode analisis filosof apkiran yang jadul bin gedabul.

Loh, siapa yang menghina, kan cuma menyesuaikan dengan kapasitas mukhattab yang masyhur dengan terminologi “dungu”nya, yang dianggap sebagai tamsil yang ditujukan kepada siapa pun lawan debat terkecuali Mas Budiman Sudjatmiko, yang sepertinya Si Rocky enggan atau mengkerut didebat oleh aktivis 98 ini. Mungkin. Mungkin loh ya. Untuk kepastiannya bisa dikonfirmasikan kepada yang bersangkutan.

Kenapa berkesimpulan Rocky Gerung ngelantur alias tidak berpijak pada, apa yang sering disebutnya sebagai, akal sehat? Kita tidak perlu menjelenterehkan argumen ilmiah yang berdasarkan artikel jurnal internasional mutakhir, karena sepertinya beliau juga sudah tidak memperbaharui perbendaharaan bacaannya sehingga sampai keseleo seperti itu hingga  menyebut Indonesia masuk dalam kubangan islamophobia. What? Beneran ini keluar dari mulut “profesor” akal sehat?

Kengawuran Rocky, Kedunguan Rocky?

Table of contents

Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan

Gerakan Agama Filosofis Pasca Kritik Ortodoksi al-Ghazali

Salam Multikultur, Harmoni Sosial, dan Warisan Gus Dur

Lagu Kebangsaan, Keindonesiaan, dan Tafsir Pancasila

Superioritas Arab dan Faham Literal di Hari Raya Kurban

Mempertemukan Agama dan Covid-19 di Masa PPKM Darurat

Kesimpulan ngawur bahwa Indonesia dalam darurat Islamophobia barangkali lebih dikarenakan ketidaktahuannya hal-hal prinsipil dalam Islam karena kita tahu Rocky sendiri kelamin agamanya tidak pernah ia deklarasikan secara jelas, alias berada pada wilayah abu-abu. Atau bisa jadi karena dia sedang memiliki ghirah yang meletup-letup mempelajari  agama Islam hingga melakukan pembelaan yang menjungkalkan dirinya pada kebingungan yang nyata. Maklum aja, orang kalau lagi kesemsem memang seringkali melakukan pembelaan di luar akal sehatnya.

Table of Contents

Toggle
  • Table of contents
  • Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan
  • Gerakan Agama Filosofis Pasca Kritik Ortodoksi al-Ghazali
  • Salam Multikultur, Harmoni Sosial, dan Warisan Gus Dur
  • Lagu Kebangsaan, Keindonesiaan, dan Tafsir Pancasila
  • Superioritas Arab dan Faham Literal di Hari Raya Kurban
  • Mempertemukan Agama dan Covid-19 di Masa PPKM Darurat

Baca juga: Salam Multikultur dan Warisan Gus Dur

Begini lho, Rocky Gerung, aktivitas keagamaan Islam mana yang dilarang oleh pemerintah Indonesia? Haji? Umroh? Ibadaha apa yang tidak diperbolehkan? Pasca pandemi melandai, dua aktivitas keagamaan yang sempat vakum pada dua tahun pandemi telah digelar dengan khidmat oleh Kementrian Agama. Memang, dulu, ketika akhirnya  ada peniadaan haji dan umroh saat pandemi merebak hebat, Indonesia—yang tentunya merujuk pada kemaslahatan global menghadapi pandemi—tidak mengirimkan jamaah untuk menunaikan ibadah yang mengumpulkan ratusan ribu manusia dari seluruh penjuru dunia.

Tapi, tentu, hal tersebut bukanlah yang membuat Rocky Gerung dan Hersubeno berkesimpulan bahwa pemerintah Indonesia telah melarang niat suci para tamu Allah di masa pandemi, karena sebagian dari orang-orang yang menolak vaksin sempat berkilah bahwa « kita tidak takut virus, takut hanya kepada Allah ». Jika Rocky juga berpikiran seperti ini, maka sebaiknya dia memeriksakan nalar logisnya pada Vicky Prasetyo saja. ?

Selain itu, coba deh cek aktivitas keagamaan Islam apa yang dilarang di Indonesia, saat ini? Yang ada justru pelarangan pembangunan gereja di Cilegon, yang baru-baru ini menyedot perhatian publik, tapi sepertinya sama sekali tidak menginspirasi Hersubeno dan Rocky untuk sekadar membikin konten video di channelnya itu.

Di tulisan yang mencoba berakal sehat ini, tidak perlu beberkan kenapa pada akhirnya Rocky menarik kesimpulan itu “tak lain-tak bukan” karena ingin memenuhi hasrat intelektualisme yang mulai tidak mendapatkan asupan ilmiah yang sebenarnya karena dia telah masuk dalam jurang fanatisme pada apa yang sudah terlanjur dianggap benar.

Bisalah disebut bahwa klaim tak berdasar Rocky Gerung tersebut sangat mengingkari akal sehat—yang sudah lama didengungkannya sendiri. Karena, pada dasarnya, akal sehat itu mestinya disusun berdasarkan fakta dan silogisme yang, tidak hanya kuat, tapi juga tepat dan kontekstual sebagaimana hal tersebut harusnya diucapkan. Kalau tidak tepat dan tidak pula kontekstual, maka jangan heran jika fakta dan silogisme yang diudarkan oleh Rocky Gerung adalah hanya berupa penggiringan opini khas “buzzer”, sebutan yang sering dikecam oleh dirinya sendiri.

Tentu, masih berhusnudzdzan dengan Rocky, kali ini dia membuzzerkan diri bukan pada oposisi, tapi pada pikirannya sendiri. Ya dia tunduk pada otoritas pemikiran lamanya yang terlanjur menempatkan dirinya sebagai oposisi utama atas segala hal yang dilakukan oposannya. Apa benar Rocky tunduk pada otoritas lamanya hingga enggan mengkritik dirinya sendiri? Tanyakan pada Rocky, eh rumput yang bergoyang. Karena, apa toh yang lebih membahagiakan dibanding membahagiakan asumsi kita tentang sesuatu? Benar kan Rocky?

↓ Download PDF

Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.

Unsubscribe
Ahmad Khotim Muzakka

Ahmad Khotim Muzakka

Khadim dan Direktur Rahmatan Nusantara Initiative. Pengajar di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan.

Contents hide
1 Table of contents
2 Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan
3 Gerakan Agama Filosofis Pasca Kritik Ortodoksi al-Ghazali
4 Salam Multikultur, Harmoni Sosial, dan Warisan Gus Dur
5 Lagu Kebangsaan, Keindonesiaan, dan Tafsir Pancasila
6 Superioritas Arab dan Faham Literal di Hari Raya Kurban
7 Mempertemukan Agama dan Covid-19 di Masa PPKM Darurat
  • Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

    Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Tuhan dalam Genggaman Modernitas Digital

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WhatsApp

  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
  • REHAL
  • BERITA

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!