• Latest
  • Trending
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

September 20, 2026
Sarah Muwahidah

Peneliti Edinburgh Univerisity: Islamofobia Bukan Sekadar Prasangka, tetapi Persoalan Struktural dan Politik Global

November 5, 2026

KHUTBAH: Perilaku Para Penghuni Surga

October 13, 2026
Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

October 10, 2026
Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

September 29, 2026
Tuhan dalam genggaman

Tuhan dalam Genggaman Modernitas Digital

September 8, 2026
kebhinekaan

Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

August 18, 2026
Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

August 12, 2026
Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

July 24, 2026
eco-masjid

Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah

August 13, 2026
🎵 BUKAN KARENA NAMA 🎵
RAHMATAN NUSANTARA PRODUCTION
Browser Anda tidak mendukung audio player.
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi
Thursday, November 5, 2026
Rahmatan.Com
  • Beranda
  • KAJIAN
    • All
    • HADIS
    • TAFSIR
    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    kebhinekaan

    Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    kebhinekaan

    Etika Tertinggi Kebhinekaan

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
  • Beranda
  • KAJIAN
    • All
    • HADIS
    • TAFSIR
    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    kebhinekaan

    Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    kebhinekaan

    Etika Tertinggi Kebhinekaan

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
Rahmatan.Com
No Result
View All Result
Cooming Soon!!

Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Azzura Fathanul Umara by Azzura Fathanul Umara
September 20, 2026
in HADIS, kajian
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

meneropong masa depan ilmu hadis

92
SHARES
278
VIEWS
Share on WhatsAppShare on FacebookShare on Twitter
Klik Di Sini

Studi hadis telah mengalami perjalanan yang panjang sejak awal kemunculan, kodifikasi, dan proses analisis dan kritik guna menentukan kepastian berita yang disampaikan dalam sebuah hadis ialah benar dari Rasulullah saw. Pada awal perkembangannya, ilmu hadis memiliki perhatian yang sangat besar pada aspek keasliannya. Fenomena tersebut sangatlah wajar terjadi sebab pada masa itu belum dapat dipastikan dan dikonfirmasi apakah sebuah hadis yang disampaikan seseorang benar dari Rasulullah atau bukan.

Secara umum, keaslian hadis dapat diketahui dengan melakukan pengkajian mendalam yang mayoritas terfokus pada aspek sanad (jalur penyampaian) dan sebagian aspek matan (isi/pesan) hadis. Proses pengkajian sanad dilakukan dengan memeriksa ketersambungan rantai penyampaianya pesan dan integritas dari penyampaian pesan. Proses yang ditempuh untuk mendapat kesimpulan mengenai diterimanya hadis dari aspek sanadnya memerlukan ilmu alat yang banyak dan pengetahuan yang luas, meliputi ilmu rijalul hadis, ilmu tarikh, ilmu jarh wa ta’dil dan berbagai ilmu lainnya yang digunakan untuk mengidentifikasi rawi (penyampai) dalam sebuah jalur penyampaian.

Baca Juga: Menggugat Mitos Superioritas Nasab

Masa Depan Ilmu Hadis

Pengkajian keaslian hadis melalui aspek isi dilakukan hanya dengan menguji pesan yang disampaikan dengan ajaran lain yang disampaikan dalam Al-Qur’an, maupun hadis lain yang memiliki derajat tinggi maupun sama derajatnya. Selama tidak ditemukan pertentangan antara hadis yang dikaji dan ajaran dari sumber yang lebih kuat, maka dapat disimpulkan bahwa hadis tersebut dapat diterima dan datang dari Rasulullah saw. Tentu proses ini tidak sepanjang dan serumit cara menentukan keaslian hadis dari segi jalur penyampaiannya.

meneropong masa depan ilmu hadis
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Lantas, apakah studi hadis sebagai ilmu berhenti sampai di situ saja? Tentu tidak. Kajian hadis dari aspek otentisitas hadis sebagai kalam Rasulullah saw. dapat dikatakan sudah bisa diselesaikan sejak masa kodifikasi dan klasifikasi kualitas hadis sebagai hujjah. Ulama-ulama hadis terdahulu melalui karyanya telah berhasil mengakomodir inventarisasi dan analisa keaslian hadis. Kitab-kitab hadis seperti Sahih Bukhari, Muslim, Sunan at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan kitab-kitab lainnya, setidaknya yang masuk ke dalam kategori kutub as-sittah ataupun kutub at-tis’ah telah memuat hadis-hadis yang datang dan didokumentasikan dari Nabi saw.

Table of contents

Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

Etika Tertinggi Kebhinekaan

Kurban dan Kemanusiaan Global

Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

Arah dan tujuan studi hadis sebagai sebuah ilmu di masa modern ini hendaknya dicurahkan pada kegiatan analisis, kritik, maupun penggalian makna yang tercantum dalam ribuan hadis yang telah didokumentasikan oleh ulama terhadulu. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan jika melihat kondisi pada zaman ini. Pengkajian makna dari hadis akan sangat bermanfaat untuk mencegah kesalahan pahaman dalam beragama, bersikap, dan juga berkehidupan sebagai seorang muslim.

Table of Contents

Toggle
  • Masa Depan Ilmu Hadis
    • Table of contents
    • Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?
    • Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut
    • Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?
    • Etika Tertinggi Kebhinekaan
    • Kurban dan Kemanusiaan Global
    • Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim
  • Tantangan Zaman

Baca Juga: Mau Jadi Penulis Media Massa Nasional?

Tantangan Zaman

Makna yang terkandung dalam hadis dapat digali melalui ilmu ma’anil hadis, atau ilmu makna-makna hadis. Selain itu, pemaknaan hadis juga ditunjang dengan ilmu ilmu lain tenunya, seperti bahasa arab, ilmu matan hadis, tarikh, bahkan sosiologi dan antropologi, serta ilmu alam jika diperlukan. Studi terhadap makna hadis merupakan sebuah ladang luas yang dapat digarap dengan melibatkan banyak aspek keilmuan. Paradigma berpikir dalam pemaknaan teks keagamaan saat ini-pun telah bergeser dan diperluas pada pemahaman kontekstual yang tidak menutup ruang bagi faktor perkembangan zaman dan perubahan masyarakat, tentunya tanpa terlepas dari nilai-nilai fundamental.

 Pengkajian makna teks hadis telah berkembang juga dengan disusunnya metode-metode pemaknaan hadis oleh ulama-ulama seperti Yusuf Qardhawi, Nashr Hamid az-Zayd, Khaled Abou al-Fadhl, bahkan teori double movement yang dicanangkan oleh Fazlur Rahman-pun kini telah digunakan untuk memaknai hadis. Hasil karya dan kontribusi ulama dan cendikiawan-cendikiawan tersebut dapat digunakan pula oleh penempuh studi hadis sebagai alat untuk menemukan makna. Terdapat banyak sarana yang bisa dimanfaatkan dan lebih banyak lagi objek kajian untuk diteliti tentu menjadi faktor yang mendorong aspek pemaknaan sebagai perhatian utama studi hadis.

Bukan dengan tujuan untuk mendiskreditkan maupun mengurangi urgensi dari studi terhadap sanad hadis, akan tetapi studi terhadap makna yang terkandung dalam matan kiranya lebih dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan menggali, merumuskan, dan mengkontekstualisasikan pesan yang terkandung dalam makna hadis, tentunya diharapkan dapat ditemukan petunjuk-petunjuk baru yang dapat digunakan untuk membentuk karakter umat muslim yang kuat dalam menghadapi tantangan dan ancaman zaman baru.

↓ Download PDF

Tags: hadisilmu hadis

Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.

Unsubscribe
Azzura Fathanul Umara

Azzura Fathanul Umara

Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Contents hide
1 Masa Depan Ilmu Hadis
1.1 Table of contents
1.2 Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?
1.3 Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut
1.4 Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?
1.5 Etika Tertinggi Kebhinekaan
1.6 Kurban dan Kemanusiaan Global
1.7 Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim
2 Tantangan Zaman
  • Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

    Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • KHUTBAH: Perilaku Para Penghuni Surga

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Peneliti Edinburgh Univerisity: Islamofobia Bukan Sekadar Prasangka, tetapi Persoalan Struktural dan Politik Global

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Wasiat Kebangsaan Mbah Maimoen Zubair dan Dukone Habib Hasyim

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • WhatsApp

  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • KAJIAN
  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!