• PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi
  • Redaksi
Thursday, January 22, 2026
Rahmatan.Com
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
No Result
View All Result
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
No Result
View All Result
Rahmatan.Com
No Result
View All Result

Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

Dimas Rizky by Dimas Rizky
May 28, 2025
in gagasan, kajian
Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterBagikan Teman Ayo bagi
Bagikan..

Manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, sebab manusia memiliki tugas sebagai khalifah fil ard, sebagai representasi Allah swt untuk menguasai alam. Namun terkadang diberi tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan justru merusak, mereka berkuasa secara antroposentris, berlaku sewenang-wenang. Membangun sesuatu tanpa melihat dampak lingkungan. Semangat pembangunan itu malah menimbulkan banyak bencana yang dialami. Misalnya banjir, gempa bumi, tsunami dan bencana lainnya.                                                  

Menjaga  Lingkungan merupakan tanggung jawab kita, sebab lingkungan adalah  sebuah pilar bagi  semuah kehidupan termasuk manusia. Sayangnya, sekarang sering muncul eksploitasi lingkungan yang  berakibat terhadap  kualitas lingkungan yang mengkhawatirkan,  berakibat  terhadap penurunan kualitas  udara, air dan kepunahan satwa liar. Berbagai permasalahan itu muncul sebab manusia kurang bertanggung jawab akan tugasnya. Akhirnya, tidak hanya menganggu keberlangsungan kehidupan di saat ini  tetapi juga keberlangsungan masa depan.

Artikel lain

Etika Tertinggi Kebhinekaan

Kurban dan Kemanusiaan Global

Childfree dan Dilema Modernitas Keluarga Muslim

Mufassir Kontemporer: Mengapa Gus Baha Tidak Menuliskan Tafsirnya?

Salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan yang terjadi pada alam ini merupakan  kurang kesadaran manusia yang posisinya sebagai  khalifah fil ard yang memiliki arti manusia berhak untuk menguasai dan mengeksploitasi alam dalam rangka memenuhi segala kebutuhan manusia secara berlebihan.

Dalam alquran surat ar rum ayat 41  

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan laut itu disebabkan oleh tanggan manusia sendiri Ini jelas bahwasanya allah memperingati manusia untuk jangan manusia menjadi antrosentris  berkuasa sewenang dengan mengekspor alam berlebih, 

Posisi manusia menjadi subjek perubahan dan pelaku utama  dalam berkehidupan di alam ini. Kehancuran dan kerusakan ekosistem itu dipengaruhi oleh manusia itu sendiri karena manusia yang menguasai alam. Dari sikap dan cara berpikir bahkah tindakan terhadap alam akan mempengaruhi kerusakan ekosistem.

Bermacam  bencana yang ada di sekitar diakibatkan oleh manusia yang mengekspoitasi lingkungan tanpa ada pertimbangan lingkungan dan keseimbangan. Manusia yang telah menjadi wakil tuhan di muka bumi yang itu diberikan Amanah untuk dapat melestarikan alam ini namun manusia itu menjadi agen perusak lingkungan atas nama keserakahan. Pola dari hubungan manusia dengan alam hanya sebagai  relasi instrumental.

Melihat banyaknya permasalahan lingkungan dewasa ini di antaranya disebabkan oleh pandangan yang menyatakan bahwa ekologi pembangunan seharusnya mengarah kepada kritikan kepada makna dan terminologi pembangunan yang bias kepada tingkat pertumbuhan. Selama pembangunan masih menganut paradigma pertumbuhan dan masih menjadi unggulan utama maka tidak akan banyak yang akan dicapai dalam pengelolaan lingkungan.

Sustainability Development

Melihat  banyaknya dampak negatif akhirnya perlu untuk mencari sebuah solusi supaya setiap pembangunan tidak terkesan anti lingkungan. Pandangan ini melahirkan terminologi eco-development  yang menjadikan pembangunan berwawasan lingkungan. Kritikan terus berkembang akhirnya menimbulkan pemikiran baru agar tidak melegitimasi pembangunan yang merusak lingkungan.

Para environmentalist masih belum  puas karena saat berbicara tentang pembanguan maka ada hubungannya dengan negara berkembang, dimana lingkungan menjadi sesuatu yang dikorbankan. Konsepnya ialah bagaimana mengubah sumber daya supaya bernilai ekonomis bagi kesejahteraan bangsa. Maka diperlukan memfokuskan kajian pada kepada aspek lingkungan yang lebih intens. Konsep pembanguan berkelanjutan memungkinkan berbagai integrasi di lingkup masyarakat dalam tiga aspek yaitu ekonomi, lingkungan, aspek sosial budaya.

Ekosufisme 

Reni Dian Anggraini dan Ratu Vina Rohmatika, dalam ‘Konsep Ekosufisme: Harmoni Tuhan, Alam Dan Manusia Dalam Pandangan Seyyed Hossein Nasr (2022) mengelaborasi relasi tuhan, alam, dan manusia. Tulisan ini menyadarkan bahwa manusia selalu menyalahkan tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh dengan cara melakukan ekspoitasi alam. Apalagi dengan perkembangan teknologi modern menjadikan manusia lupa sisi-sisi spiritualitas, yang menjurus pada peniadaan eksistensi–dan peran–tuhan. Hal ini menjadikan mereka kehilangan jati diri dan tujuan hidup yang mengeringkan spiritualisme.

Walhasil, jika telah ditunaikan bagaimana cara manusia memahami keteraturan alam, akan sampai pada tahap ekosufisme, yang mana menekan ketamakan manusia dalam menaklukkan semesta. Manusia dituntut mengembalikan kesadaran ekologis yang fundamental. Bahwa tugas manusia adalah merawat ekosistem dan menyeimbangkan kelestarian alam sebagai bukti bakti kepada Tuhan.

Dimas muhamad rizky, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN KH Abdurahman Wahid


Facebook Comments


Bagikan..
Tags: eko sufismejihad ekologikhalifah

Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.

Unsubscribe
Dimas Rizky

Dimas Rizky

mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN KH Abdurahman Wahid dan Santri nDalem Kilen Wonopringgo, Pekalongan

    About Author

    Dimas Rizky

    mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN KH Abdurahman Wahid dan Santri nDalem Kilen Wonopringgo, Pekalongan

    • Islam dan Pentingnya Literasi

      Islam dan Pentingnya Literasi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ruang bagi Tafsir Kontekstual

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Islam dan Tanggung Jawab terhadap Lingkungan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PELUANG DAN TANTANGAN GURU DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Piagam Madinah Akar Toleransi Umat Beragama

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

      • PEDOMAN MEDIA SIBER
      • Tentang
      • Kontribusi
      • Redaksi

      © 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • KOLOM
      • KAJIAN

      © 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Fill the forms bellow to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      error: Content is protected !!