Pekalongan—Mahasiswa KKN bertema eco-masjid Kelompok 25 Angkatan 65 Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan penyambutan dan penerimaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk penerimaan resmi di lokasi pengabdian.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa kepada perangkat desa serta menjalin koordinasi awal guna mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja KKN. Pada malam harinya, mahasiswa KKN mengikuti kegiatan rutin Nahdlatul Ulama (NU) bersama masyarakat sekaligus menghadiri sosialisasi program LAZISNU sebagai upaya mempererat hubungan dengan warga serta memperoleh pemahaman mengenai program-program sosial dan keagamaan yang dilaksanakan di Desa Lemahabang.
Acara ini dihadiri oleh Ahmad Khotim Muzakka, S.Th.I., M.A., selaku dosen pembimbing. Dalam sambutannya, Muzakka berpesan agar mahasiswa dapat bersinergi dengan kepala desa dan perangkat BPD untuk mensukseskan kegiatan selama melakukan aktivitas KKN Eco-Masjid yang berlangsung 45 hari.

“Saya harap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat khususnya meminta arahan dan nasihat dari perangkat desa dan sesepuh desa dalam melaksanakan kegiatan selama ber-KKN di Desa Lemahabang,“ tegas Dosen kelahiran Desa Gadel, Batangan Pati ini.
Baca juga: Menggugat Mitos Superioritas Nasab
Muzakka yakin program ini bisa sukses jika segenap masyarakat mendukung dan mensukseskan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa program eco-masjid ini dilaksanakan karena keprihatinan terhadap sampah yang sering menjadi problem di masyarakat. Akan tetapi kurang mendapatkan perhatian karena dianggap bukan urusan bersama.
“KKN Eco-Masjid Melalui Gerakan Sedekah Sampah“ diharapkan membangun kesadaran ekologis dan lingkungan yang digerakkan oleh kesadaran bersama. Hal ini termasuk dalam tanggungjawab perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan riil di masyarakat. [Red]
Terbitkan buku di sini
Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.







