• Latest
  • Trending
Gus Dur, “Profesor” Pemberdayaan Masyarakat

Gus Dur, “Profesor” Pemberdayaan Masyarakat

December 22, 2023
Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

October 10, 2026
Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

September 29, 2026
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

September 20, 2026
Tuhan dalam genggaman

Tuhan dalam Genggaman Modernitas Digital

September 8, 2026
kebhinekaan

Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

August 18, 2026
Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

August 12, 2026
Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

July 24, 2026
eco-masjid

Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah

August 13, 2026
Menggugat Mitos Superioritas Genealogis

Menggugat Mitos Superioritas Genealogis

July 10, 2026
🎵 BUKAN KARENA NAMA 🎵
RAHMATAN NUSANTARA PRODUCTION
Browser Anda tidak mendukung audio player.
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi
Friday, October 16, 2026
Rahmatan.Com
  • Beranda
  • KAJIAN
    • All
    • HADIS
    • TAFSIR
    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    kebhinekaan

    Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    kebhinekaan

    Etika Tertinggi Kebhinekaan

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
  • Beranda
  • KAJIAN
    • All
    • HADIS
    • TAFSIR
    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    kebhinekaan

    Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Agar Shalat Lebih Bermakna, Tafsir Al-Ankabut

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    Takdir: Benarkah Manusia Tidak Bisa Memilih?

    kebhinekaan

    Etika Tertinggi Kebhinekaan

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Kurban dan Kemanusiaan Global

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Childfree: Dilema Modernitas Keluarga Muslim

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

    Mufassir Kontemporer: Gus Baha Tak Menulis?

  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA
No Result
View All Result
Rahmatan.Com
No Result
View All Result
Cooming Soon!!

Gus Dur, “Profesor” Pemberdayaan Masyarakat

Redaksi Rahmatan by Redaksi Rahmatan
December 22, 2023
in berita
Gus Dur, “Profesor” Pemberdayaan Masyarakat
154
SHARES
468
VIEWS
Share on WhatsAppShare on FacebookShare on Twitter
Klik Di Sini

Pekalongan- Pada hari kamis 21 Desember 2023 bertempat di aula MWC NU Kajen, diadakan Haul Gus Dur yang ke 14. Acara tersebut diinisiasi oleh Come-So (community college for social transformation), yang dikomandoi oleh Aenurrofik. Kegiatan tersebut sekaligus launching memperkenalkan komunitas di tengah masyarakat. “Kita merupakan orang yang terinspirasi oleh nilai dan pemikiran Gus Dur. Tema kegiatan kita adalah bersama melakukan pemberdayaan inklusif untuk perubahan sosial. Dalam bahasa Jawa Come-So itu ya Kampong karo Deso, itu fokus kita”, jelas Aenurrofik.

Acara diawali dengan do’a bersama dipimpin oleh ketua FKUB Kota Pekalongan, KH Ahmad Marzuki. Do’a juga dibersamai oleh perwakilan agama kristen, katolik, Hindu, Budha, Konghuchu dan penghayat kepercayaan. Hal itu merupakan wujud masyarakat lintas agama atas kecintaan kepada Gus Dur. Lantunan do’a teriring khusu’ dan penuh hikmat.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan dialog bersama dipandu Ade Gunawan, yang juga inisiator Come-So. Dialog diawali dengan pengenalan para pendiri Come-So. “Selain Mas Aenurrofik, dan saya sendiri, ada juga Mas Abdul Hamid, Mas Arif Kurniawan, Mas Syamsuddin, dan Mas Tsalis Syaifuddin”, paparnya.

Dialog diawali paparan dari Seknas Gusdurian, Aulia Rahman. “Kita banyak yang belum tahu sisi Gus Dur selain seorang presiden dan ketua umum PBNU. Bahwa beliau aktifis penggerak di dalam pemberdayaan masyarakat. Maka, sangat relevan Come-So hadir dengan spirit tersebut”, tuturnya.

Selain itu juga ada akademisi dari UIN Gus Dur, Prof Muhlisin. Dalam dialog tersebut, dia menyampaikan pentingnya meneladani proses intelektual seorang Gus Dur. “Gus Dur itu seorang pembaca buku sejak dari kecil, dia melahap banyak bacaan. Artinya, Gus Dur semangat belajarnya sangat tinggi. Karya bukunya luar biasa banyak, dan dibaca banyak kalangan. Walaupun beliau tidak bergelar Profesor”, kelakarnya.

Table of contents

Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah

Krisis Iklim: Perempuan Pesisir Bercerita

Dubes RI-Arab Saudi (16-21) Kagum Pencapaian Pesantren Guyangan Punya Rumah Sakit

Melawan Hoax, MAN 2 Kota Pekalongan Gelar Seminar dan Deklarasi

Mengenal KH Yasin Bareng, Sang Mujiz Dalailu al-Khoirot

Dalam dialog tersebut juga diisi oleh perwakilan tokoh lintas agama dari Katolik, Bonifasius Denny Yuswanto. Dalam kesempatan tersebut, Deni mengajak audiens untuk mengingat bahwa perjuangan Gus Dur tidak mudah dan tanpa resiko. Termasuk ketika tragedi politik pelengseran dari kursi kepresidenan, itu karena memperjuangkan prinsip dan nilai kemanusiaan. “Biarpun begitu, Gus Dur tidak pernah dendam dengan lawan-lawan politiknya sekalipun”, tegasnya.

Table of Contents

Toggle
  • Table of contents
  • Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah
  • Krisis Iklim: Perempuan Pesisir Bercerita
  • Dubes RI-Arab Saudi (16-21) Kagum Pencapaian Pesantren Guyangan Punya Rumah Sakit
  • Melawan Hoax, MAN 2 Kota Pekalongan Gelar Seminar dan Deklarasi
  • Mengenal KH Yasin Bareng, Sang Mujiz Dalailu al-Khoirot

Ribut Achwandi Budayawan Kota Pekalongan juga hadir mengisi dialog dengan refleksi tentang dibalik penggunaan kalimat Gus Dur “Gitu aja kok repot”. Ribut menjelaskan, bahwa pilihan kalimat tersebut sarat dengan nilai dan isi, karena Gus Dur memiliki kemampuan dan pemahaman atas masalah realitas yang ada di Masyarakat. Dalam acara tersebut, Ribut juga membacakan puisi khusus berjudul “Membaca Gus Dur”. Gemuruh tepuk tangan terdengar seluruh ruangan atas puisi itu.

Kegiatan berjalan cair dan gayeng, banyak audiens yang antusias merespon dan saling menanggapi dialog tersebut. Hadir banyak komunitas dalam acara tersebut, ada dari Among Roso, Santri, pegiat desa, PMII, HMI, Gusdurian, Lakpesdam, dan ratusan masyarakat umum memenuhi ruangan MWC NU Kajen. Kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu padamu negeri, kemudian ditutup dengan foto bersama dan saling ramah tamah.

Aktivisme Gus Dur dalam pemberdayaan masyarakat menegaskan bahwa ia telah menanamkan kesadaran melakukan pengabdian kepada masyarakat secara kultural. Dari Gus Dur kita belajar, bahwa kemanusiaan adalah pondasi utama mewujudkan harmoni sosial yang paripurna. Ya, Gus Dur adalah “profesor pemberdayaan masyarakat” yang mengayomi hak-hak kemanusiaan lintas iman. (TS-ed-AKM)

↓ Download PDF

Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.

Unsubscribe
Redaksi Rahmatan

Redaksi Rahmatan

Contents hide
1 Table of contents
2 Eco-Masjid di Pekalongan, Dosen UIN Gus Dur Dampingi Mahasiswa Kelola Sampah
3 Krisis Iklim: Perempuan Pesisir Bercerita
4 Dubes RI-Arab Saudi (16-21) Kagum Pencapaian Pesantren Guyangan Punya Rumah Sakit
5 Melawan Hoax, MAN 2 Kota Pekalongan Gelar Seminar dan Deklarasi
6 Mengenal KH Yasin Bareng, Sang Mujiz Dalailu al-Khoirot
  • Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

    Dari Konservatisme ke Wasaṭī: Membaca Yasir Qadhi

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Kapitalisme Agama di Ruang Digital, Mungkinkah?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Kapan Moderasi Beragama Menjadi Kematangan Keberagamaan?

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Tuhan dalam Genggaman Modernitas Digital

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • WhatsApp

  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi Tulisan
  • Redaksi

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • KAJIAN
  • TAFSIR
  • HADIS
  • HUKUM
  • TASAWUF
  • BUDAYA
  • KHUTBAH
  • REHAL
  • BERITA

© 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!