• PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Tentang
  • Kontribusi
  • Redaksi
Thursday, January 22, 2026
Rahmatan.Com
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
No Result
View All Result
  • Beranda
  • KOLOM
  • KAJIAN
No Result
View All Result
Rahmatan.Com
No Result
View All Result

Lockdown, Physical Distancing, dan Kesadaran Warga

Ahmad Khotim Muzakka by Ahmad Khotim Muzakka
December 17, 2020
in Uncategorized
Lockdown, Physical Distancing, dan Kesadaran Warga

Lockdown, Physical Distancing, dan Kesadaran Warga

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterBagikan Teman Ayo bagi
Bagikan..

Beberapa hari lalu, wacana lockdown di beberapa kota di Indonesia menguat. Hal itu didasari atas, semoga saya tidak salah, atas kepedulian warga. Dimulai dari desa-desa di Yogya, gerakan Lockdown juga sempat menggegerkan desa di mana saya dilahirkan. Di salah satu desa di kecamatan Batangan, Pati.

Saya sendiri menjadi ODP setiba pulang kampung dari Solo, 12 hari lalu. Pasca pengumuman walikota Solo yang menerbitkan status Kejadian Luar Biasa di Solo akibat dari ditemukan satu pasien positif Covid-19, saya sudah ancang-ancang untuk mudik, antara ke Pekalongan atau Pati.

Artikel lain

Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan

Gerakan Agama Filosofis Pasca Kritik Ortodoksi al-Ghazali

Salam Multikultur, Harmoni Sosial, dan Warisan Gus Dur

Lagu Kebangsaan, Keindonesiaan, dan Tafsir Pancasila

Mungkin, sebagaimana diskusi-diskusi yang terhampar di penjuru Indonesia tentang Corona, keriuhan juga terjadi di desa kami. Begitu, setidaknya yang saya rasakan. Baik ketika ngobrol dengan keluarga yang bercerita tentang hebohnya Covid 19 di televisi ataupun perbincangan di sawah.

Saya tidak tahu tepatnya, di hari keberapa saya di rumah, saat beberapa pemuda di grup WA yang saya ikuti mulai mawas dan bergerak. Saya, yang berstatus ODP, hanya berdiam diri di rumah, menjaga stamina dan lebih berhati-hati. Hal yang lumayan janggal saya lakukan pasca Covid 19 ini adalah setiap kali menjelang makan, saya selalu mencuci tangan dengan sabun; satu hal yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah saya lakukan sebagai rutinitas. Di satu sisi, ini menjadi kebiasaan yang positif.

Di luar hiruk-pikuk diskusi di medsos, saya mencermati satu gerakan kultural dari bencana internasional ini. Apa itu? Ya. Sebagaimana yang juga Anda rasakah. Yaitu kepedulian warga, khususnya para pemudanya, untuk menjaga desanya dari bahaya yang datang dari luar. Gerakan kultural itu berupa himbauan-himbauan yang timbul tenggelam di grup WA desa, mulai dari gaya slengean antar pemuda, agak serius, dan tak jarang agak bersitegang dengan orang-orang yang sedang menerima amanah jabatan di tingkat desa.

Kecerewetan warga itu tidak mesti dipandang sebagai sesuatu yang selalu negatif. Justru, pada level tertentu, mesti kita apresiasi sebagai bentuk kepedulian yang berwatak lokal. Maka, tak heran jika kemudian tersiar spanduk-spanduk di penjuru kota tentang himbauan “Lockdown Desa”, “Lockdown RT”, dan balakurawanya.

Apa kita perlu cemas dengan kecerewetan semacam itu? Saya kira tidak. Lagi-lagi, saya memandang, kecewetan itu mesti kita duduk-perkarakan sebagaimana mestinya. Tidak hanya sebatas melihat kecerewetan sebagai kecerewetan. Bisa jadi, saya tegaskan sekali lagi, bisa jadi model keceweretan yang tidak kita inginkan itu adalah bukti konkrit kecintaan mereka pada daerahnya, pada desanya, pada kotanya. Bukti riil kecintaan kita pada sesuatu itu. Meskipun, nantinya, hanya akan dibilang, “ah cerewet loe”.

Dua belas hari sudah, saya mendekam dalam kamar sebagai amalan physical distancing, sebagaiman anjuran berbagai ahli. Tirakat nasional ini semoga saja cepat bisa mengakhiri wabah Corona, sehingga bisa mengambil jarak kurva orang yang terpapar dengan kekuatan sistem kesehatan nasional kita.

Saya yang hidup di desa, tentu merasakan perbedaan yang besar dibandingkan dengan mereka yang hidup di perkotaan. Yang mana arus pertemuan antar manusia lebih deras dan lebih intens. Di desa, physical distancing bisa lebih ditekan, dengan syarat warganya memahami betul apa yang sedang dihadapi bersama ini.

Melihat persebaran Covid-19 yang berskala internasional hingga diberi “gelar” oleh WHO sebagai pandemi, kita sebetulnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menarik kewaspadaan lebih tinggi. Jangan juga menunggu jatuh korban meninggal hingga ribuan, puluhan, atau ratusan ribu untuk menyadari bahwa ini sebuah ancaman. Cukup, bayangkan saja hal tersebut menimpa orang-orang terdekat Anda.

Akhiran, yang kita memang hadapi bukan kobra, atau King Kobra yang nampak, namun sesuatu yang oleh beberapa orang dianggap tidak betul-betul ada. Sulit memang! Yang satu bilang nampak, yang satu bilang tidak. Lho, kok, gini endingnya.

Ahmad Khotim Muzakka
Menjelang Magrib.
Pati, 31-3-2020

Facebook Comments


Bagikan..

Subcribe untuk berlangganan artikel selanjutnya.

Unsubscribe
Ahmad Khotim Muzakka

Ahmad Khotim Muzakka

Khadim dan Direktur Rahmatan Institute. Pengajar di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Pekalongan.

    About Author

    Ahmad Khotim Muzakka

    Khadim dan Direktur Rahmatan Institute.

    Pengajar di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Pekalongan.

    • Islam dan Pentingnya Literasi

      Islam dan Pentingnya Literasi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ruang bagi Tafsir Kontekstual

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Islam dan Tanggung Jawab terhadap Lingkungan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PELUANG DAN TANTANGAN GURU DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Piagam Madinah Akar Toleransi Umat Beragama

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

      • PEDOMAN MEDIA SIBER
      • Tentang
      • Kontribusi
      • Redaksi

      © 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • KOLOM
      • KAJIAN

      © 2018 Rahmatan.Com - Menebar Islam Rahmah Rahmatan Nusantara Initiative.

      Login to your account below

      Forgotten Password? Sign Up

      Fill the forms bellow to register

      All fields are required. Log In

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      error: Content is protected !!