← Kembali

Krisis Iklim: Perempuan Pesisir Bercerita

Penulis: Redaksi RahmatanDiterbitkan: May 13, 2026Kategori: berita
Redaksi Rahmatan
Tentang Penulis
Redaksi Rahmatan

Pekalongan — Isu krisis iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya perempuan. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Seminar Perempuan Pesisir Bercerita Krisis Iklim dan Launcing Buku yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026, di Meeting Room Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Maghfur, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Riset MORA The Air Funds. Seminar menghadirkan para penulis buku Perempuan Pesisir dan Keadilan Iklim. Para penulis menyampaikan hasil tulisannya menyoal perubahan iklim, nasib perempuan pesisir, hingga kajian green economy. Kegiatan dilakukan secara hybrid: offline dan online.

Dalam sambutannya, Prof. Maghfur menegaskan bahwa perempuan pesisir merupakan kelompok yang paling merasakan dampak krisis iklim, namun seringkali suaranya kurang mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, ruang akademik harus menjadi tempat lahirnya narasi dan solusi yang berpihak pada masyarakat rentan.

Peran Perempuan

“Perempuan pesisir bukan hanya korban perubahan iklim, tetapi juga penjaga ketahanan keluarga dan lingkungan. Karena itu, pengalaman mereka penting untuk didengar dan dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perempuan menghadapi beban ganda akibat krisis iklim. Selain harus membantu menopang ekonomi keluarga ketika hasil laut menurun, perempuan juga tetap memikul tanggung jawab domestik di tengah kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu.

“Krisis iklim membuat perempuan bekerja dua kali lebih berat. Mereka harus bertahan secara ekonomi, sekaligus menjaga keluarga dalam situasi yang serba sulit. Karena itu, perspektif gender dalam kebijakan lingkungan menjadi sangat penting,” tambah Prof. Maghfur.

Sementara itu, anggota tim riset, Dr. Siti Mumun Muniroh, menyoroti dampak psikologis yang dialami perempuan akibat bencana iklim seperti banjir dan rob yang terus berulang di kawasan pesisir. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan rasa cemas, stres, hingga kelelahan mental karena perempuan harus menghadapi ketidakpastian hidup dalam jangka panjang.

Baca juga: Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

akibat krisis iklim

“Ketika banjir dan rob datang terus-menerus, perempuan bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga mengalami tekanan psikologis yang berat. Mereka memikirkan keselamatan keluarga, kebutuhan ekonomi, kesehatan anak, hingga kondisi rumah yang rusak akibat bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan kesehatan mental akibat krisis iklim masih sering luput dari perhatian publik maupun kebijakan pemerintah.Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan dalam menangani masyarakat terdampak, khususnya perempuan pesisir.

Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan diskusi mengenai ekologi, keadilan sosial, serta peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pegiat lingkungan, dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Melalui seminar ini, Fakultas Syariah berharap kesadaran terhadap krisis iklim semakin meningkat sekaligus memperkuat perspektif keadilan gender dalam isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

jurnal

Punya Naskah Buku?
Terbitkan Buku Anda Bersama Penerbit Rahmatan
Kami membantu penulis, akademisi, dan komunitas menerbitkan naskah menjadi buku.
ISBN • Editing • Layout • Cover • Penerbitan
Hubungi Penerbit Rahmatan
Ingin Tulisan Anda Dibaca Publik?
Ikuti Pelatihan Menulis Rahmatan
Belajar mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang siap dipublikasikan di media.
Pelatihan • Praktik Menulis • Feedback • Publikasi
Lihat Pelatihan Menulis
Dukung Kampanye Literasi Rahmatan
Dukung Keberlangsungan Literasi Rahmatan
Dukung keberlangsungan literasi Rahmatan dengan donasi terbaik Anda.
Rahmatan Nusantara Initiative • Gerakan Literasi
BRI • 2028-01-001038567 • a/n Rahmatan Nusantara Initiative
Tentang Rahmatan
Rahmatan adalah sebuah situs diniatkan untuk menyebarluaskan gagasan yang mengampayekan gagasan Islam Ramah, mempribumisasikan Islam dan menggagas moderatisme Islam serta mendukung tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Narasi semacam ini dirasa penting untuk meneguhkan Islam sebagai rahmatan Lil 'Alamin, bukan hanya pada pemeluknya. Menyajikan beragam artikel keislaman, opini, khutbah, resensi, feature, tafsir ayat, di bawah naungan Rahmatan Nusantara Initiative, rahmatan.com hadir sebagai rujukan literasi keagamaan yang mencerdaskan bagi masyarakat luas.