← Kembali

Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Penulis: Azzura Fathanul UmaraDiterbitkan: September 20, 2026Kategori: HADIS, kajianTag: hadis, ilmu hadis
Azzura Fathanul Umara
Tentang Penulis
Azzura Fathanul Umara

Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Studi hadis telah mengalami perjalanan yang panjang sejak awal kemunculan, kodifikasi, dan proses analisis dan kritik guna menentukan kepastian berita yang disampaikan dalam sebuah hadis ialah benar dari Rasulullah saw. Pada awal perkembangannya, ilmu hadis memiliki perhatian yang sangat besar pada aspek keasliannya. Fenomena tersebut sangatlah wajar terjadi sebab pada masa itu belum dapat dipastikan dan dikonfirmasi apakah sebuah hadis yang disampaikan seseorang benar dari Rasulullah atau bukan.

Secara umum, keaslian hadis dapat diketahui dengan melakukan pengkajian mendalam yang mayoritas terfokus pada aspek sanad (jalur penyampaian) dan sebagian aspek matan (isi/pesan) hadis. Proses pengkajian sanad dilakukan dengan memeriksa ketersambungan rantai penyampaianya pesan dan integritas dari penyampaian pesan. Proses yang ditempuh untuk mendapat kesimpulan mengenai diterimanya hadis dari aspek sanadnya memerlukan ilmu alat yang banyak dan pengetahuan yang luas, meliputi ilmu rijalul hadis, ilmu tarikh, ilmu jarh wa ta’dil dan berbagai ilmu lainnya yang digunakan untuk mengidentifikasi rawi (penyampai) dalam sebuah jalur penyampaian.

Baca Juga: Menggugat Mitos Superioritas Nasab

Masa Depan Ilmu Hadis

Pengkajian keaslian hadis melalui aspek isi dilakukan hanya dengan menguji pesan yang disampaikan dengan ajaran lain yang disampaikan dalam Al-Qur’an, maupun hadis lain yang memiliki derajat tinggi maupun sama derajatnya. Selama tidak ditemukan pertentangan antara hadis yang dikaji dan ajaran dari sumber yang lebih kuat, maka dapat disimpulkan bahwa hadis tersebut dapat diterima dan datang dari Rasulullah saw. Tentu proses ini tidak sepanjang dan serumit cara menentukan keaslian hadis dari segi jalur penyampaiannya.

meneropong masa depan ilmu hadis
Meneropong Masa Depan Ilmu Hadis

Lantas, apakah studi hadis sebagai ilmu berhenti sampai di situ saja? Tentu tidak. Kajian hadis dari aspek otentisitas hadis sebagai kalam Rasulullah saw. dapat dikatakan sudah bisa diselesaikan sejak masa kodifikasi dan klasifikasi kualitas hadis sebagai hujjah. Ulama-ulama hadis terdahulu melalui karyanya telah berhasil mengakomodir inventarisasi dan analisa keaslian hadis. Kitab-kitab hadis seperti Sahih Bukhari, Muslim, Sunan at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan kitab-kitab lainnya, setidaknya yang masuk ke dalam kategori kutub as-sittah ataupun kutub at-tis’ah telah memuat hadis-hadis yang datang dan didokumentasikan dari Nabi saw.

Arah dan tujuan studi hadis sebagai sebuah ilmu di masa modern ini hendaknya dicurahkan pada kegiatan analisis, kritik, maupun penggalian makna yang tercantum dalam ribuan hadis yang telah didokumentasikan oleh ulama terhadulu. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan jika melihat kondisi pada zaman ini. Pengkajian makna dari hadis akan sangat bermanfaat untuk mencegah kesalahan pahaman dalam beragama, bersikap, dan juga berkehidupan sebagai seorang muslim.

Baca Juga: Mau Jadi Penulis Media Massa Nasional?

Tantangan Zaman

Makna yang terkandung dalam hadis dapat digali melalui ilmu ma’anil hadis, atau ilmu makna-makna hadis. Selain itu, pemaknaan hadis juga ditunjang dengan ilmu ilmu lain tenunya, seperti bahasa arab, ilmu matan hadis, tarikh, bahkan sosiologi dan antropologi, serta ilmu alam jika diperlukan. Studi terhadap makna hadis merupakan sebuah ladang luas yang dapat digarap dengan melibatkan banyak aspek keilmuan. Paradigma berpikir dalam pemaknaan teks keagamaan saat ini-pun telah bergeser dan diperluas pada pemahaman kontekstual yang tidak menutup ruang bagi faktor perkembangan zaman dan perubahan masyarakat, tentunya tanpa terlepas dari nilai-nilai fundamental.

 Pengkajian makna teks hadis telah berkembang juga dengan disusunnya metode-metode pemaknaan hadis oleh ulama-ulama seperti Yusuf Qardhawi, Nashr Hamid az-Zayd, Khaled Abou al-Fadhl, bahkan teori double movement yang dicanangkan oleh Fazlur Rahman-pun kini telah digunakan untuk memaknai hadis. Hasil karya dan kontribusi ulama dan cendikiawan-cendikiawan tersebut dapat digunakan pula oleh penempuh studi hadis sebagai alat untuk menemukan makna. Terdapat banyak sarana yang bisa dimanfaatkan dan lebih banyak lagi objek kajian untuk diteliti tentu menjadi faktor yang mendorong aspek pemaknaan sebagai perhatian utama studi hadis.

Bukan dengan tujuan untuk mendiskreditkan maupun mengurangi urgensi dari studi terhadap sanad hadis, akan tetapi studi terhadap makna yang terkandung dalam matan kiranya lebih dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan menggali, merumuskan, dan mengkontekstualisasikan pesan yang terkandung dalam makna hadis, tentunya diharapkan dapat ditemukan petunjuk-petunjuk baru yang dapat digunakan untuk membentuk karakter umat muslim yang kuat dalam menghadapi tantangan dan ancaman zaman baru.

Punya Naskah Buku?
Terbitkan Buku Anda Bersama Penerbit Rahmatan
Kami membantu penulis, akademisi, dan komunitas menerbitkan naskah menjadi buku.
ISBN • Editing • Layout • Cover • Penerbitan
Hubungi Penerbit Rahmatan
Ingin Tulisan Anda Dibaca Publik?
Ikuti Pelatihan Menulis Rahmatan
Belajar mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang siap dipublikasikan di media.
Pelatihan • Praktik Menulis • Feedback • Publikasi
Lihat Pelatihan Menulis
Dukung Kampanye Literasi Rahmatan
Dukung Keberlangsungan Literasi Rahmatan
Dukung keberlangsungan literasi Rahmatan dengan donasi terbaik Anda.
Rahmatan Nusantara Initiative • Gerakan Literasi
BRI • 2028-01-001038567 • a/n Rahmatan Nusantara Initiative
Tentang Rahmatan
Rahmatan adalah sebuah situs diniatkan untuk menyebarluaskan gagasan yang mengampayekan gagasan Islam Ramah, mempribumisasikan Islam dan menggagas moderatisme Islam serta mendukung tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Narasi semacam ini dirasa penting untuk meneguhkan Islam sebagai rahmatan Lil 'Alamin, bukan hanya pada pemeluknya. Menyajikan beragam artikel keislaman, opini, khutbah, resensi, feature, tafsir ayat, di bawah naungan Rahmatan Nusantara Initiative, rahmatan.com hadir sebagai rujukan literasi keagamaan yang mencerdaskan bagi masyarakat luas.