← Kembali

Jihad Ekologi dan Semangat Pembangunan

Penulis: Dimas RizkyDiterbitkan: May 30, 2025Kategori: gagasan, kajianTag: eko sufisme, jihad ekologi, khalifah
Dimas Rizky
Tentang Penulis
Dimas Rizky

mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN KH Abdurahman Wahid dan Santri nDalem Kilen Wonopringgo, Pekalongan

Manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, sebab manusia memiliki tugas sebagai khalifah fil ard, sebagai representasi Allah swt untuk menguasai alam. Namun terkadang diberi tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan justru merusak, mereka berkuasa secara antroposentris, berlaku sewenang-wenang. Membangun sesuatu tanpa melihat dampak lingkungan. Semangat pembangunan itu malah menimbulkan banyak bencana yang dialami. Misalnya banjir, gempa bumi, tsunami dan bencana lainnya.                                                  

Menjaga  Lingkungan merupakan tanggung jawab kita, sebab lingkungan adalah  sebuah pilar bagi  semuah kehidupan termasuk manusia. Sayangnya, sekarang sering muncul eksploitasi lingkungan yang  berakibat terhadap  kualitas lingkungan yang mengkhawatirkan,  berakibat  terhadap penurunan kualitas  udara, air dan kepunahan satwa liar. Berbagai permasalahan itu muncul sebab manusia kurang bertanggung jawab akan tugasnya. Akhirnya, tidak hanya menganggu keberlangsungan kehidupan di saat ini  tetapi juga keberlangsungan masa depan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan yang terjadi pada alam ini merupakan  kurang kesadaran manusia yang posisinya sebagai  khalifah fil ard yang memiliki arti manusia berhak untuk menguasai dan mengeksploitasi alam dalam rangka memenuhi segala kebutuhan manusia secara berlebihan.

Dalam alquran surat ar rum ayat 41  

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan laut itu disebabkan oleh tanggan manusia sendiri Ini jelas bahwasanya allah memperingati manusia untuk jangan manusia menjadi antrosentris  berkuasa sewenang dengan mengekspor alam berlebih, 

Posisi manusia menjadi subjek perubahan dan pelaku utama  dalam berkehidupan di alam ini. Kehancuran dan kerusakan ekosistem itu dipengaruhi oleh manusia itu sendiri karena manusia yang menguasai alam. Dari sikap dan cara berpikir bahkah tindakan terhadap alam akan mempengaruhi kerusakan ekosistem.

Bermacam  bencana yang ada di sekitar diakibatkan oleh manusia yang mengekspoitasi lingkungan tanpa ada pertimbangan lingkungan dan keseimbangan. Manusia yang telah menjadi wakil tuhan di muka bumi yang itu diberikan Amanah untuk dapat melestarikan alam ini namun manusia itu menjadi agen perusak lingkungan atas nama keserakahan. Pola dari hubungan manusia dengan alam hanya sebagai  relasi instrumental.

Melihat banyaknya permasalahan lingkungan dewasa ini di antaranya disebabkan oleh pandangan yang menyatakan bahwa ekologi pembangunan seharusnya mengarah kepada kritikan kepada makna dan terminologi pembangunan yang bias kepada tingkat pertumbuhan. Selama pembangunan masih menganut paradigma pertumbuhan dan masih menjadi unggulan utama maka tidak akan banyak yang akan dicapai dalam pengelolaan lingkungan.

Sustainability Development

Melihat  banyaknya dampak negatif akhirnya perlu untuk mencari sebuah solusi supaya setiap pembangunan tidak terkesan anti lingkungan. Pandangan ini melahirkan terminologi eco-development  yang menjadikan pembangunan berwawasan lingkungan. Kritikan terus berkembang akhirnya menimbulkan pemikiran baru agar tidak melegitimasi pembangunan yang merusak lingkungan.

Para environmentalist masih belum  puas karena saat berbicara tentang pembanguan maka ada hubungannya dengan negara berkembang, dimana lingkungan menjadi sesuatu yang dikorbankan. Konsepnya ialah bagaimana mengubah sumber daya supaya bernilai ekonomis bagi kesejahteraan bangsa. Maka diperlukan memfokuskan kajian pada kepada aspek lingkungan yang lebih intens. Konsep pembanguan berkelanjutan memungkinkan berbagai integrasi di lingkup masyarakat dalam tiga aspek yaitu ekonomi, lingkungan, aspek sosial budaya.

Ekosufisme 

Reni Dian Anggraini dan Ratu Vina Rohmatika, dalam ‘Konsep Ekosufisme: Harmoni Tuhan, Alam Dan Manusia Dalam Pandangan Seyyed Hossein Nasr (2022) mengelaborasi relasi tuhan, alam, dan manusia. Tulisan ini menyadarkan bahwa manusia selalu menyalahkan tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh dengan cara melakukan ekspoitasi alam. Apalagi dengan perkembangan teknologi modern menjadikan manusia lupa sisi-sisi spiritualitas, yang menjurus pada peniadaan eksistensi--dan peran--tuhan. Hal ini menjadikan mereka kehilangan jati diri dan tujuan hidup yang mengeringkan spiritualisme.

Walhasil, jika telah ditunaikan bagaimana cara manusia memahami keteraturan alam, akan sampai pada tahap ekosufisme, yang mana menekan ketamakan manusia dalam menaklukkan semesta. Manusia dituntut mengembalikan kesadaran ekologis yang fundamental. Bahwa tugas manusia adalah merawat ekosistem dan menyeimbangkan kelestarian alam sebagai bukti bakti kepada Tuhan.

Dimas muhamad rizky, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN KH Abdurahman Wahid


Punya Naskah Buku?
Terbitkan Buku Anda Bersama Penerbit Rahmatan
Kami membantu penulis, akademisi, dan komunitas menerbitkan naskah menjadi buku.
ISBN • Editing • Layout • Cover • Penerbitan
Hubungi Penerbit Rahmatan
Ingin Tulisan Anda Dibaca Publik?
Ikuti Pelatihan Menulis Rahmatan
Belajar mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang siap dipublikasikan di media.
Pelatihan • Praktik Menulis • Feedback • Publikasi
Lihat Pelatihan Menulis
Dukung Kampanye Literasi Rahmatan
Dukung Keberlangsungan Literasi Rahmatan
Dukung keberlangsungan literasi Rahmatan dengan donasi terbaik Anda.
Rahmatan Nusantara Initiative • Gerakan Literasi
BRI • 2028-01-001038567 • a/n Rahmatan Nusantara Initiative
Tentang Rahmatan
Rahmatan adalah sebuah situs diniatkan untuk menyebarluaskan gagasan yang mengampayekan gagasan Islam Ramah, mempribumisasikan Islam dan menggagas moderatisme Islam serta mendukung tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Narasi semacam ini dirasa penting untuk meneguhkan Islam sebagai rahmatan Lil 'Alamin, bukan hanya pada pemeluknya. Menyajikan beragam artikel keislaman, opini, khutbah, resensi, feature, tafsir ayat, di bawah naungan Rahmatan Nusantara Initiative, rahmatan.com hadir sebagai rujukan literasi keagamaan yang mencerdaskan bagi masyarakat luas.